Edi Imbau Warga Tak Konsumsi Air PDAM

Kadar Garam Air PDAM Di atas Ambang Batas

 

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengimbau warga pelanggan PDAM untuk tidak mengkonsumsi air ledeng sementara ini. Hal ini lantaran naiknya kadar garam pada intake PDAM di Imam Bonjol dan Kom Yos Sudarso akibat intrusi air laut. Menurutnya, kadar garam mencapai 3.000 miligram (mg) per liter. Angka tersebut sudah jauh di atas ambang batas yang ditetapkan, yakni 600 mg per liter. "Air PDAM tetap akan diolah, tetapi tidak untuk konsumsi. Artinya hanya untuk kebutuhan mandi atau mencuci saja," ujarnya, Selasa (13/8/2019).

 

Belakangan ini, air PDAM terasa payau akibat meningkatnya kadar garam. Hal serupa juga pernah terjadi tahun lalu. Kendati demikian, PDAM tetap memproduksi air bersih untuk memenuhi kebutuhan mandi dan cuci. "Saya juga sudah memerintahkan PDAM untuk mengambil air di Penepat supaya bisa diolah untuk mengurangi kadar garam," sebut Edi.

 

Diakuinya, memang untuk mengolah air payau menjadi air tawar, membutuhkan biaya yang tidak sedikit serta harus kontinyu. Saat ini, pihaknya tengah mengkaji memproduksi air minum dalam kemasan non mineral bersumber dari Sungai Kapuas. "Kita sedang mengkajinya apakah layak untuk diproduksi menjadi air minum dalam kemasan," pungkasnya.

 

Indra (48), satu diantara warga pelanggan PDAM, mengaku bahwa air ledeng yang disalurkan ke rumahnya rasanya tidak seperti biasa. "Rasanya agak payau, kalau normal biasa rasanya tawar," ucapnya.

 

Mengetahui hal itu, ia pun memutuskan untuk tidak menggunakan air PDAM untuk masak atau sebagai air minum. Sebagai gantinya, ia menggunakan air mineral galon. "Air ledeng hanya digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian saja. Semoga kondisi air PDAM segera kembali normal," harapnya. (jim/humpro)