Gedung UMKM Center Fasilitasi Pelaku UMKM

Telur Berdiri Tegak di Pesona Kulminasi Matahari
21/03/2019
Waroengkite.id Wadahi Pelaku UMKM Pasarkan Produk Secara Online
23/03/2019

Gedung UMKM Center Fasilitasi Pelaku UMKM

Gubernur Kalbar Resmikan UMKM Center

Kabar gembira bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dengan diresmikannya Gedung UMKM Center yang berlokasi di Jalan Sultan Abdurrahman Pontianak, menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan dan meningkatkan produk-produk UMKM. Gedung megah dengan arsitektur menarik ini diresmikan oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji, Sabtu (23/3/2019). Gedung UMKM Center yang juga sebagai Galeri Dekranasda Kota Pontianak ini menempati areal seluas 1.083 meter persegi dengan luas bangunan 1.331,23 meter persegi. Gedung ini terdiri dari lima lantai, termasuk basement, dengan menelan anggaran senilai Rp11 miliar lebih. Di dalamnya, ditampilkan produk-produk UMKM yang dihasilkan pelaku UMKM Kota Pontianak serta ada pula aktivitas pengrajin yang memperlihatkan proses pembuatan hasil kerajinannya.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menuturkan bangunan ini mulai dibangun kala dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Pontianak. Dirinya berpikir, sudah seharusnya Kota Pontianak memiliki gedung yang representatif bagi para pelaku UMKM untuk melakukan pertemuan-pertemuan, diskusi, melakukan inovasi dan pengembangan produk UMKM serta sebagai wadah untuk memasarkan produk melalui aplikasi yang telah disediakan. Ia juga meminta gedung yang didirikan harus unik dan menjadi daya tarik serta menjadi bagian dari ikon pertumbuhan kawasan tersebut. “Nah, inilah latar belakang kita mendirikan Gedung UMKM Center dan Galeri Dekranasda. Saya baru pertama kali ini melihat gedung ini. Saya lihat bagus sekali gedungnya,” ungkap mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini.

Aloe Vera menjadi bagian dari produk UMKM yang ditampilkan di Gedung UMKM Center. Apalagi, aloe vera sudah ada lebih dari 30 produk turunannya. “Ini menunjukkan pelaku UMKM kita kreatif,” sebutnya.

Sebagian besar penggiat UMKM ini berasal dari kalangan generasi muda. Bahkan, untuk membantu pengembangan UMKM, Bank Indonesia menyediakan inkubator bisnis. Tak heran, pelaku UMKM alumni dari inkubator bisnis ada yang memiliki tiga hingga empat perusahaan. “Produk-produk itu perlu pemasaran di sini (Gedung UMKM Center), berdiskusi di sini, terus berinovasi di sini dan bertukar pikiran untuk memasarkan produk-produk,” imbuh Sutarmidji.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, gedung UMKM Center ini dibangun sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kepada pelaku UMKM, khususnya sektor kriya, fashion dan kuliner. “Tujuannya, sebagai sarana pemasaran, edukasi dan inkubator bisnis pelaku UMKM, serta sebagai pusat informasi produk unggulan dan destinasi wisata di Kota Pontianak,” jelasnya.

Diakuinya, ada beberapa permasalahan yang kerap dihadapi pelaku UMKM, diantaranya kurangnya regenerasi pelaku usaha, lemahnya permodalan, kurangnya inovasi produk dan terbatasnya jaringan pemasaran. “Untuk itulah, keberadaan Gedung UMKM Center ini diharapkan menjadi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM,” terang Edi.

Ia pun berharap program-program pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalbar dapat bersinergi dengan program Pemkot Pontianak untuk mempercepat mengatasi permasalahan tersebut. “Selain sinergitas program, kami juga berharap sektor perbankan dapat memberikan kemudahan akses permodalan bagi pelaku UMKM di Kota Pontianak,” sebutnya.

Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Kewirausahaan Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Budi Mustopo menyambut baik dan mengapresiasi dibangunnya Gedung UMKM Center ini. “Oleh karena itu kita bersinergi antara kementerian dengan pemerintah daerah.  Gedung ini kan sudah menjadi tempat pemasaran bagi produk UMKM, ada galeri dan tempat pelatihan. Kita dukung sinergi itu dengan pelatihan-pelatihan,” katanya.

Menurut Budi, pelatihan yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM mencakup pelatihan kewirausahaan, pelatihan keterampilan teknis dan pelatihan perkoperasian. Ia berharap pelatihan ini bisa membantu untuk mendukung para pelaku UMKM, di mana mereka dituntut untuk meningkatkan daya saing produk UMKM. “Paling tidak, dengan adanya UMKM Center ini telah menjadi galeri bagi produk-produk UMKM,” imbuhnya.

Dirinya mengapresiasi keberadaan Gedung UMKM Center ini sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas produk UMKM. “Sekaligus peningkatan kapasitas SDM penghasil produk UMKM melalui pelatihan-pelatihan,” katanya.

Satu dari pelaku UMKM, Venus dari Ahlul Tanjak  Nusantara, menyambut baik diresmikannya Gedung UMKM Center ini. Sebagai pengrajin tanjak, dirinya berterima kasih kepada Pemkot Pontianak sebab ia bersama pelaku UMKM lainnya sudah memiliki wadah yang tepat. “Kami berharap UMKM Center ini bisa membantu kami dalam mengembangkan produk-produk UMKM yang kami buat,” harapnya.

Selaku penggiat UMKM, Venus juga berharap mendapat fasilitasi melalui pelatihan-pelatihan, pertemuan-pertemuan dengan seluruh pelaku UMKM untuk membahas bagaimana melakukan teknik penjualan yang baik, teknik marketing. “Dan bagaimana untuk mengemas produk menjadi lebih baik lagi sehingga mendapat nilai jual dari menambah kemasan menjadi lebih menarik,” pungkasnya. (jim)

Comments are closed.

'