Kulminasi Matahari Libatkan Berbagai Komunitas

Jokowi Apresiasi Aplikasi Gencil
17/03/2017
STQ Ajang Evaluasi Kemampuan Qori dan Qoriah
18/03/2017

Kulminasi Matahari Libatkan Berbagai Komunitas

21-23 Maret 2017 di Tugu Khatulistiwa    

 

Fenomena kulminasi 21-23 Maret kali ini akan berbeda dari biasanya. Para komunitas ikut dilibatkan. Pagelaran seni budaya disuguhkan. Sejumlah talkshow pun diagendakan di Tugu Khatulistiwa Pontianak. Aksesnya dibikin gampang. Tidak perlu berpeluh menempuh jalan. Bisa sambil duduk manis di atas kapal.

Dalam pesona kulminasi matahari yang jadi agenda rutin Pemerintah Kota Pontianak, lewat Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) kali ini, pengunjung dari Pontianak Kota, Tenggara, Selatan dan Barat bisa menumpang kapal wisata dari Alun-alun Kapuas. Selama penyelenggaraan, akan ada satu kapal sandar di dermaga alun kota. Siap membawa pengunjung ke Tugu Khatulistiwa.

Nantinya, akan ada papan pengumuman jadwal kapal beroperasi. Sekali angkut, setidaknya bisa membawa 20-50 orang. Perihal biaya, hingga kini masih dalam pembahasan. Diperkirakan berkisar Rp7.500-10.000. Harga itu sesuai mengingat operasional kapal juga lumayan. “Jam 08.00 kemudian mungkin jam 10.00, terus yang sore. Karena ada acara di tugu, jadi mungkin terbagi tiga jam jadwalnya. Dari sana ke sini juga begitu. Nah, harganya saya masih pengen negosiasi, minimal bisa Rp7.500 sekali jalan ke sana,” ujar Widia Jatiningrum, Penanggungjawab Khatulistiwa Park dalam konferensi pers di Kartika Hotel, Jumat (17/3/2017

Kepala Disporapar Pontianak, Syarif Saleh menerangkan kegiatan dua kali dalam setahun ini, akan dilaksanakan tiga hari berturut-turut. Mulai 21 hingga 23 Maret. Untuk menyaksikan detik-detik tanpa bayangan, pengunjung pun dapat menyesuaikan jadwal.

“Tanggal 21 kulminasi jatuh pukul 11.50, tanggal 22 jamnya sama. Tanggal 23, pukul 11.49,” katanya.

Mengusung tema “Pontianak Kota Khatulistiwa Menuju Masyarakat Kreatif yang Berdaya Saing” kegiatan kali ini menekankan pada masyarakat kreatif. Tujuannya agar pelaku ekonomi kreatif lebih mendapat tempat dalam pembangunan di Kota Pontianak, lebih dihargai dan mampu bersaing dengan daerah lain. “Kegiatan kali ini tanpa seremonial, tapi tetap diisi dengan penampilan berbagai komunitas dan menyediakan kuliner khas Pontianak,” katanya.

Selain tampilan seni budaya, mulai dari tari, musik, pantun dan tundang, akan ada pula atraksi sulap dan loma swafoto (selfie). Pelibatan banyak komunitas dan ekonomi kreatif juga untuk memperkenalkan keragaman dan kekayaan di Pontianak.

“Kami juga berharap Kulminasi Matahari Bulan Maret 2017 merupakan titik awal kebangkitan ekonomi kreatif di Pontianak,” pungkasnya. (jim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'