Dongkrak Kepemilikan Akta Kematian, Disdukcapil Libatkan Pengurus Pemakaman

Mahmudah Ajak Warga Ciptakan Harmonisasi Dalam Keberagaman
13/05/2018
Bulan Ramadan, ASN Pemkot Pulang 1 jam Lebih Awal
15/05/2018

Dongkrak Kepemilikan Akta Kematian, Disdukcapil Libatkan Pengurus Pemakaman

Bimtek Pengisian Buku Pokok Pemakaman
Tingkat kesadaran warga untuk melaporkan kematian anggota keluarganya masih kurang. Terkadang mereka baru melaporkan kematian anggota keluarganya ketika membutuhkan akta kematian untuk memenuhi persyaratan dalam satu urusan. Sebagai upaya mendorong kesadaran masyarakat melaporkan kematian anggota keluarganya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengisian buku pokok pemakaman yang diikuti sebanyak 150 orang perwakilan pengurus pemakaman di Kota Pontianak, di Aula Gedung Kantor Terpadu Sutoyo, Senin (14/5/2018).
Kepala Disdukcapil Kota Pontianak, Suparma menjelaskan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut sasaran nasional terkait akta kematian, dimana tahun 2017 ditargetkan 70 persen, namun Kota Pontianak sudah mencapai 76 persen. Karena itu, pihaknya perlu melakukan pendekatan dengan pengurus makam yang ada di Kota Pontianak. “Diharapkan nanti pengurus makam ini sebagai perpanjangan tangan dari Disdukcapil selain RT/RW untuk dapat melaporkan warganya yang meninggal dunia,” ujarnya.
Bimtek ini juga, lanjut Suparma, merupakan bagian dari mekanisme aplikasi SiPacak, yakni pelaporan secara online melalui aplikasi, yang nantinya akan disinergikan dengan pemakaman-pemakaman dan RT-RT. Pelaporan kematian bisa dilakukan secara online melalui aplikasi SiPacak maupun secara langsung. “Makanya kita bagikan buku pokok pemakaman, kemudian nanti mereka akan kita kumpulkan lagi per wilayah kecamatan, kelurahan dan RT-RT untuk diverifikasi data pelaporan kematiannya,” ungkapnya.
Dijelaskannya, dengan adanya Buku Pokok Pemakaman ini, para pengurus makam nantinya akan memiliki data warga yang dimakamkan, sehingga dengan data tersebut Disdukcapil dapat menerbitkan akta kematian yang bersangkutan. “Diperlukan kerjasama yang baik antara Pengurus RT, Pengurus Pemakaman, dan pihak Kelurahan dalam proses penerbitan akta kematian, dikarenakan pihak-pihak tersebut terkait langsung dalam proses penerbitan akta kematian nantinya,” sebut Suparma.
Dengan adanya Buku Pokok Pemakaman ini pula, para ahli waris dapat langsung memproses akta kematian almarhum dengan menyerahkan syarat berupa fotocopy Kartu Keluarga almarhum, pengantar RT setempat, dan copy surat keterangan kematian dari RS, kepada pengurus makam. “Selanjutnya data akan diproses di Disdukacapil, dan ahli waris dapat mengambil akta yang telah jadi di Disdukcapil Kota Pontianak dengan membawa Kartu Keluarga yang asli untuk diterbitkan Kartu Keluarga yang baru,” terangnya.
Diakuinya, bimtek ini digelar secara bertahap. Untuk tahap awal diperuntukkan bagi para pengurus pemakaman muslim. Tahap selanjutnya sasaran pada pengurus pemakaman non muslim.
Suparma mengimbau kepada seluruh warga Kota Pontianak untuk melaporkan peristiwa kematian anggota keluarganya masing-masing selambat-lambatnya 30 hari sejak tanggal kematian terjadi. “Dengan melaporkan peristiwa kematian kemudian mengantongi akta kematian, tentunya akta itu sangat diperlukan bagi ahli waris untuk berbagai keperluan, misalnya klaim asuransi, perbankan, penetapan waris, peralihan hak properti, dasar perubahan status cerai mati bagi pasangan yang ditinggalkan dan sebagainya,” tuturnya.
Ketua Panitia Bimtek, Ruslansyah mengatakan, digelarnya bimtek ini sebagai upaya fasilitasi penataan administrasi pemakaman atau akta kematian dengan maksud untuk meningkatkan koordinasi antar Petugas Pemakaman dengan bidang pencatatan sipil. “Khususnya pencatatan peristiwa kematian, baik yang berkaitan dengan proses penerbitan maupun sebagai pihak pengguna akta kematian serta sosialisasi buku pokok pemakaman bagi pengurus makam,” imbuhnya.
Tujuan digelarnya bimtek pengisian buku pokok pemakaman ini, sambung dia, adalah untuk mengoptimalkan peran masing-masing petugas pemakaman dalam rangka mendukung percepatan proses pengurusan akta kematian. “Sehingga cakupan kepemilikan akta kematian meningkat,” pungkasnya. (jim)

Comments are closed.

'