Wakil Dubes Swedia : Kerja sama Tak Hanya Bicara Tapi Aksi Nyata

Wakil Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Johansen menyatakan, penerapan perjanjian kerja sama pembangunan kota yang berkelanjutan antara Swedia dan Indonesia khususnya Kota Boras dan Kota Pontianak, diharapkan tidak hanya dalam bentuk pembahasan saja tetapi lebih pada pelaksanaan atau penerapannya. “Saat ini kita sudah terikat dalam bentuk perjanjian kerja sama dan dalam konteks ini saya menekankan pada pencapaian hasil yang konkrit. Tidak hanya sekedar berbicara tetapi direalisasikan,” ujarnya pada seminar pengelolaan sampah dan air bersih atau Seminar on Waste and Water Supply (SWWS), Selasa (4/3) di Hotel Mercure Pontianak.
Menurutnya, untuk mencapai tujuan pembangunan kota yang berkelanjutan perlu adanya dukungan dari pemerintah dan sektor swasta karena tanpa adanya semua itu apa yang diharapkan sulit tercapai. “Menurut saya partnership antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting,” katanya. Selengkapnya...

Gandeng Swedia Kelola Sampah

Launching Clean and Green Equator City

Sebagai tindak lanjut kerja sama yang dituangkan dalam Letter of Intent (LOI) pada Oktober 2012 lalu antara Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dengan Pemerintah Kota Boras (Swedia), Senin (3/3) digelar launching Clean and Green Equator City (CGEC) di Tugu Khatulistiwa. Kehadiran rombongan dari Swedia ini dalam rangka kerja sama pengolahan sampah serta air bersih. “Jadi bagaimana cara mengolah sampah yang baik, pengaturan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menciptakan Kota Pontianak menjadi hijau dan bersih sehingga nyaman untuk bermukim,” ujar Wakil Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.
Dijelaskan Edi, bentuk kerja sama ini berupa masukan-masukan dari Pemerintah Kota Boras Swedia terkait penanganan pengolahan sampah maupun air bersih. “Kita saling bertukar pikiran dan yang kita harapkan ada bantuan-bantuan dari pemerintah pusat bersinergi dengan Pemkot dalam penerapan Clean and Green Equator City ini,” jelasnya. Selengkapnya...

Fitra Puji Pembahasan APBD Pontianak Tepat Waktu

Walikota : PAD Belum Capai 60 persen dari Potensi yang ada

Direktur Investigasi dan Advokasi Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi mengatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak lebih baik di banding daerah-daerah lainnya kendati diakuinya masih ada beberapa sumber pendapatan lain yang masih perlu digali potensinya. “Saya kira masih banyak yang perlu digali potensi yang dimiliki Kota Pontianak ini, termasuk juga aparatur pajaknya,” ungkapnya saat pemaparan materi dalam Seminar Nasional Anggaran dan Perekonomian Daerah (Studi Kasus Kota Pontianak), Rabu (26/2) di Gedung Rektorat Universitas Tanjungpura Pontianak. Selengkapnya...

Pemkot Pontianak Siapkan Calon Wirausaha Muda

Pelatihan kewirausahaan bagi Siswa SMK dan SMU Se Kota Pontianak

Sebagai Kota Perdagangan dan Jasa, Kota Pontianak memandang perlunya mempersiapkan generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan agar kota Pontianak memiliki sumber daya manusia yang berkualitas sebagai aset strategis dalam berbagai instrumen pembangunan dimasa yang akan datang sehingga melalui Disperindagkop dan UKM Kota Pontianak, Selasa (25/02) dilaksanakan pelatihan kewirausahaan bagi siswa SMK dan SMU Se Kota Pontianak tahun 2014 yang dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di aula Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak.“mulai sekarang tingkatkan rasa kewirausahaan untuk motivasi dan inspirasi kita dalam menghadapi masa depan, banyak anak-anak yang kecilnya bekerja keras dan dari keluarga kurang mampu justru sukses dimasa depannya diantaranya Walikota Pontianak dan pengusaha Oesman Sapta” kata Edi Kamtono dalam sambutannya. Selengkapnya...