Enggrang dan Terompah Hibur Pegawai Pemkot

Gali Kembali Permainan Rakyat Yang Hampir Punah

Hiruk pikuk dan sorak sorai para penonton menyemangati peserta lomba terompah dan enggrang menambah semarak Hari Jadi (harjad) Kota Pontianak ke 242 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Sabtu (19/10) di halaman Kantor Walikota. Permainan rakyat ini cukup menghibur bagi yang menyaksikannya. Pasalnya, kendati permainan terompah dan enggrang ini terlihat sederhana namun untuk memainkannya membutuhkan kekompakkan serta keseimbangan dari pemainnya. Permainan rakyat terompah merupakan permainan tradisional yang menggunakan sepasang papan dengan ukuran memanjang dan dibuat sedemikian rupa seperti layaknya alas kaki yang dimainkan lebih dari dua orang. Permainan terompah dibutuhkan kekompakkan supaya gerakannya seirama dengan kaki-kaki pemainnya. Sedangkan enggrang merupakan permainan yang terbuat dari bambu atau kayu tongkat yang cukup tinggi dengan pijakan kaki yang tingginya sekitar 50 centimeter dari tanah. Selengkapnya...

Sutarmidji : Kontingen Pesparawi Harus Jaga Kesehatan

Walikota Lepas Kontingen Pesparawi Kota Pontianak

Sebanyak 170 orang kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kota Pontianak yang terdiri dari peserta, official, pelatih dan pendamping, dilepas Walikota Pontianak, Sutarmidji untuk mengikuti Pesparawi VII Tingkat Provinsi Kalbar yang akan digelar 21-26 Oktober 2013 di Singkawang. “Pesan saya kepada seluruh peserta, official dan pelatih supaya menjaga kesehatan dan kebersamaan demi lancarnya pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Sutarmidji saat memberikan arahan kepada kontingen Pesparawi Kota Pontianak, Jumat (18/10) di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Walikota.
Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terhadap kontingen Pesparawi, Pemkot menambah bantuan sebesar Rp 150 juta untuk keperluan kontingen, baik itu akomodasi, transportasi dan kebutuhan lainnya. “Selain itu, setiap cabang yang diperlombakan, apabila kontingen meraih juara I, akan kita kasi bonus,” janjinya. Selengkapnya...

Pensiunan Guru Bisa Bantu Pengentasan Buta Aksara

75 PNS yang akan Purna Tugas Diberi Pembekalan

Tenaga pendidik atau guru pengabdiannya tidak hanya berhenti saat memasuki masa purna tugas saja. Pensiunan guru justru bisa membantu pemerintah dalam program percepatan pengentasan buta aksara. “Buat suatu kelompok pensiunan guru supaya mereka bisa ikut berperan aktif dalam pemberantasan buta aksara. Anggaran pemberantasan buta aksara itu cukup besar dan itu bisa dimanfaatkan guru yang memasuki purna tugas membuat kelompok-kelompok yang bisa menyelesaikan buta aksara itu,” ujar Walikota Pontianak, Sutarmidji usai membuka pembekalan bagi PNS yang memasuki masa purna tugas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kamis (17/10) di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Walikota.
Menjelang memasuki masa purna tugas, 75 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Pontianak dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan seperti budidaya ikan lele dan bercocok tanam. Program pembekalan ini merupakan yang kedua kalinya digelar. Selengkapnya...

23 Oktober Pelayan Publik Pakai Telok Belanga dan Baju Kurung

Instruksi Walikota Nomor 2/PEM/2013

Akan ada sesuatu yang menarik dan istimewa pada Rabu (23/10) mendatang bertepatan Hari Jadi (harjad) Kota Pontianak ke 242. Pasalnya, pada tanggal tersebut seluruh staf dan karyawan maupun karyawati yang bekerja memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat akan mengenakan pakaian adat khas melayu Pontianak yakni pakaian telok belanga bagi pria dan baju kurung bagi wanita. “Jadi pada hari itu tepatnya tanggal 23 Oktober seluruh staf dan karyawan/karyawati SKPD, BUMN, BUMD yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat akan mengenakan telok belanga dan baju kurung,” jelas Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Ana Suardiana, Rabu (16/10) di ruang kerjanya.
Instruksi ini sebagaimana dituangkan dalam Instruksi Walikota Pontianak Nomor 2/Pem/2013 tanggal 3 Oktober 2013 tentang pemakaian pakaian adat khas Melayu Pontianak pada Hari Jadi Kota Pontianak ke 242 tanggal 23 Oktober 2013. Selengkapnya...

Pemkot Siap Semarakkan Harjad Pontianak ke 242

23 Oktober Air Mancur Tugu Digulis Diresmikan

Bulan Oktober merupakan bulan istimewa bagi Kota Pontianak. Betapa tidak, bulan ini kota yang berjuluk Kota Khatulistiwa ini merayakan hari jadinya yang ke 242. Berbagai kegiatan dan even turut menyemarakkan Hari Jadi (harjad) Kota Pontianak ke 242. “Agenda untuk mengisi perayaan Harjad sudah disiapkan oleh panitia,” ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Ana Suardiana di ruang kerjanya, Rabu (16/10).
Ia memaparkan, berbagai even festival seni dan budaya melayu akan digelar selama bulan Oktober ini. Mulai dari arakan pengantin (19/10) di Taman Alun Kapuas, Festival Tari Melayu (19/10) di Kampus STAIN Pontianak dan Festival Manggar. Selengkapnya...