You are hereWalikota Ajak Warga Memasyarakatkan TOGA

Walikota Ajak Warga Memasyarakatkan TOGA


By jimigantung - Posted on 07 May 2013

Pontianak Wakili Kalbar Pelaksana TOGA Tingkat Nasional

Tidak semua penyakit mesti diobati dengan mengkonsumsi obat-obatan yang berbahan dasar kimia. Tanaman atau tumbuhan yang ada di sekitar rumah pun bisa menjadi obat alternatif untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Sebut saja ginseng, jahe, kencur, temulawak dan masih banyak lagi tanaman lainnya yang bermanfaat mengobati maupun mencegah bermacam penyakit. Walikota Pontianak, Sutarmidji mengajak warga untuk memasyarakatkan jenis-jenis tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan sehingga konsumsi obat-obatan yang mengandung bahan kimia bisa dikurangi. “Manfaatkan pekarangan yang ada di sekitar rumah untuk ditanami tanaman obat-obatan sehingga bapak/ibu tidak perlu repot lagi mencari obat-obatan karena sudah tersedia di pekarangan,” ujarnya saat membuka penilaian pelaksana terbaik pemanfaatan hasil Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tingkat nasional, Selasa (7/5) di Gg Meranti 6 Kelurahan Darat Sekip Kecamatan Pontianak Kota. Kelurahan Darat Sekip mewakili Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dalam Lomba Pelaksana Terbaik Pemanfaatan Hasil TOGA ke tingkat nasional mendatang di Banjar Baru, Kalimantan Selatan.
Sutarmidji meminta lurah maupun camat untuk membuat suatu kawasan percontohan TOGA sebagaimana yang dilakukan Kelurahan Darat Sekip tersebut. “Cari yang betul-betul menjadi ciri khas kawasan itu. Yang sangat memiliki peluang besar itu kawasan di Kecamatan Pontianak Utara,” katanya.
Ia juga meminta kader-kader yang tergabung dalam Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki Pemkot Pontianak sebagai lahan tanaman obat-obatan. Budidaya TOGA selain bermanfaat untuk pengobatan secara herbal, juga dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. “Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga,” tuturnya.
Tim penilai tingkat nasional pelaksana terbaik pemanfaatan TOGA, Ratna Farida mengatakan, kedatangan tim yang dipimpinnya ini untuk verifikasi terkait hal-hal yang akan dinilai sebagai nominator pelaksana terbaik pemanfaatan TOGA. “Ada enam nominator dalam lomba ini dan salah satunya Kota Pontianak,” tukasnya.
Tim penilai didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, Frederika Cornelis serta Walikota Pontianak meninjau TOGA yang ada di pekarangan rumah warga. (jim)