You are hereSutarmidji Klaim BP2T Terbaik di Indonesia

Sutarmidji Klaim BP2T Terbaik di Indonesia


By jimigantung - Posted on 23 September 2012

Pangkas Jumlah Perizinan dan Pelayanan Tercepat

Walikota Pontianak, Sutarmidji, mengklaim Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Pontianak merupakan yang terbaik di Indonesia. Ini diungkapkannya bukan tanpa alasan, ia menilai di daerah lain mungkin jumlah perizinan yang dimiliki cukup banyak tetapi jumlah perizinan di bawah kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berhasil dipangkas sebanyak 72 izin dari yang semula 99 izin. Selain itu, pelayanan Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) bisa selesai dalam satu hari bahkan dalam hitungan dua jam. “Kalau selama ini yang dikenai denda adalah pemohon yang terlambat membayar retribusi perizinan tetapi sekarang justru kebalikannya, BP2T sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memberikan pelayanan akan dikenakan sanksi apabila mengeluarkan izin tidak sesuai dengan Standar Operasional Pelayanan (SOP) berupa pengurangan retribusi sebesar dua persen dari nilai total retribusi yang harus dibayar per hari keterlambatan,” papar Sutarmidji, Sabtu (22/9).
Salah satu visi dan misi Kota Pontianak yakni berupaya meningkatkan pelayanan publik diwujudkannya dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, transparan, cepat dan murah. “Kita ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar masyarakat puas. Misalnya dengan sistem loket dan pelayanan satu atap sehingga masyarakat yang ingin mengurus perizinannya cukup melalui loket yang ada di BP2T,” tuturnya.
Di masa kepemimpinannya, Sutarmidji berhasil mengantarkan Kota Pontianak meraih peringkat keenam pelayanan publik terbaik seluruh Indonesia. Hasil yang dicapai ini bukanlah tanpa kerja keras karena sebelumnya Kota Pontianak masuk dalam sepuluh yang terburuk pelayanan publiknya. “Ini merupakan kerja keras kita semua dan saya harap kita terus meningkatkan pelayanan publik di Kota Pontianak,” pesannya.
Kepala BP2T Kota Pontianak, Eka Kusumawati mengatakan, pihaknya akan selalu berupaya meningkatkan dan memberikan pelayanan perizinan yang terbaik bagi masyarakat. “Kami akan terus berupaya memperbaiki dan mengevaluasi kinerja staf-staf kami sehingga masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang kami berikan,” katanya.
Peningkatan pelayanan tidak hanya dilakukan pada loket BP2T, bahkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, secara periodik BP2T melakukan pelayanan jemput bola dengan membuka loket pelayanan di tempat-tempat umum seperti pasar. Pelayanan jemput bola ini melayani perizinan yang bisa ditunggu dalam waktu beberapa menit semua perizinan jenis SITU, SIUP dan TDP bisa selesai dan tidak dipungut biaya. “Ini sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang transparan, cepat dan tanpa memakan waktu lama,” pungkasnya. (jim)