You are hereSITU, SIUP dan TDP Bisa Ditunggu

SITU, SIUP dan TDP Bisa Ditunggu


By jimigantung - Posted on 20 Oktober 2012

BP2T Buka Loket Pelayanan di Integrity Fair

Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk meningkatkan pelayanan publik tidak hanya slogan belaka. Alhasil, sektor pelayanan publik, Kota Pontianak menjadi salah satu nominasi pelayanan satu atap terbaik nasional yang akan diumumkan pada tanggal 12 November mendatang. Bahkan, sebagai wujud nyata mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dikerahkan untuk ikut serta membuka loket pelayanan pada pameran Integrity Fair, yakni Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Loket-loket pelayanan tersebut dibuka mulai tanggal 19 – 23 Oktober 2012 di Pontianak Convention Center (PCC)
BP2T yang merupakan salah satu pelayanan publik unggulan Pemkot, membuka loket pelayanan di salah satu stand Integrity Fair. Menurut Kepala BP2T, Eka Kusumawati, loket pelayanan BP2T pada pameran ini khusus melayani Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) tanpa dipungut biaya apapun. “Pelayanan ketiga jenis izin tersebut selama persyaratannya lengkap, pemohon bisa menunggu izinnya hanya dalam waktu setengah jam sudah jadi dan bisa diambil tanpa dipungut biaya alias gratis,” jelas Eka saat ditemui di stand BP2T, Sabtu (20/10).
Dijelaskannya, mekanisme pengurusan ketiga jenis izin tersebut tidaklah sulit dan tidak memakan waktu yang lama sepanjang pemohon membawa berkas lengkap karena bisa ditunggu. Pemohon memasukkan berkas izin yang dimohon, kemudian mengisi formulir dan berkas diperiksa terlebih dahulu oleh petugas pelayanan sebelum masuk proses pencetakan izin. “Meskipun proses pengeluaran ketiga jenis izin tersebut instan, tetapi petugas-petugas kita tetap memeriksa kelengkapan dan keabsahan berkas yang dimohon secara teliti agar tidak kecolongan,” ungkapnya.
Agar masyarakat luas tahu adanya pelayanan perizinan SITU, SIUP dan TDP langsung jadi pada pameran Integrity Fair ini, pihaknya telah melakukan sosialisasi dalam bentuk spanduk-spanduk, banner dan lainnya. Sejak kemarin loket dibuka, sebanyak 25 perizinan yang telah diterbitkan BP2T dan diambil oleh pemohon. “Antusias masyarakat cukup bagus terhadap pelayanan di sini karena mereka bisa mengurus izin-izin tersebut di luar jam kerja sehingga lebih memudahkan mereka dengan keterbatasan waktu yang mereka miliki,” paparnya.
Salah seorang pemohon SITU, Supriyadi menyambut baik dibukanya loket pelayanan BP2T pada pameran ini karena ia bisa mengajukan permohonan izinnya meskipun diluar jam kerja. “Maklumlah, saya kalau pagi hingga sore hari sibuk dengan pekerjaan. Nah, kalau loket di sini kan bukanya sampai malam hari jadi ini sangat membantu bagi saya,” tuturnya.
Loket pelayanan BP2T pada pameran Integrity Fair ini dibuka mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Berbeda dengan pelayanan pada hari normal di Kantor BP2T yang melayani mulai pukul 07.30 WIB hingga 15.00 WIB. “Mungkin kalau BP2T juga membuka pelayanan keliling seperti SIM atau membuka loket di pusat-pusat perbelanjaan seperti mall, itu pasti akan sangat membantu para pemohon yang umumnya memiliki waktu yang terbatas dalam pengurusan izin,” sarannya.
Berbeda dengan Disdukcapil yang membuka loket pelayanan Akta Kelahiran, pemohon akta lahir minim lantaran hampir sebagian besar masyarakat Kota Pontianak telah memiliki akta kelahiran. Namun Kepala Disdukcapil, Thomas mengungkapkan kekecewaannya lantaran animo masyarakat dalam memanfaatkan kesempatan ini sangat minim. “Saya tidak tahu pasti apakah minimnya masyarakat mengurus akta lahir di loket ini karena memang kurang berminat atau karena mereka sebagian besar sudah memiliki akta lahir,” kata Thomas.
Kendati masyarakat yang mengurus akta lahir minim, pihaknya akan tetap membuka loket pelayanan hingga pameran Integrity Fair berakhir. Dia berasumsi, minimnya masyarakat mengurus akta lahir di loket yang dibuka sejak hari pertama Integrity Fair ini dikarenakan hampir sebagian besar masyarakat telah memiliki akta lahir. “Mungkin juga karena bagi yang lahir di atas satu tahun harus ada penetapan pengadilan dulu sehingga mereka membutuhkan waktu mengurus penetapan pengadilan dulu,” tuturnya.
Dijelaskannya, persyaratan untuk mengurus Akta Kelahiran bagi anak yang berusia di bawah satu tahun adalah surat pengantar dari RT setempat, surat kenal lahir dari rumah sakit/klinik tempat yang bersangkutan dilahirkan, dan isian biodata dari kelurahan.
Sementara itu, Dispenda juga membuka loket selama pameran Integrity Fair namun hanya khusus melayani pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. (jim)