You are herePeranan FKPM Sangat Dibutuhkan

Peranan FKPM Sangat Dibutuhkan


By Tamu - Posted on 03 Juni 2010

Walikota Seragamkan Bantuan Untuk FKPM

Kapoltabes Pontianak, Rachmat Mulyana menyambut baik peran serta Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) khususnya yang ada di Pontianak ini. “Begitu saya datang ke Poltabes, saya tanyakan kepada Kabag Bina Mitra bagaimana FKPM di sini ternyata cukup menggembirakan, artinya peran sertanya dapat dirasakan,” ujarnya saat mengawali sambutan acara silaturrahmi Kapoltabes Pontianak dengan Muspida, FKPM dan tokoh masyarakat (tomas), Kamis (3/6) di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Walikota Pontianak. Kegiatan ini digelar untuk mempererat silaturrahmi sekaligus bertukar pikiran mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi. Silaturrahmi ini juga dihadiri Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.
Rachmat memaparkan perlu adanya FKPM ini dilatarbelakangi rasio atau perbandingan jumlah antara Polri dan masyarakat yang ada di Pontianak dinilai masih belum ideal. “Masih satu berbanding seribu lebih. Jadi, betapa beratnya satu orang polisi harus menjaga seribu lebih orang yang harus dia bina,” ungkap Kapoltabes.
Berbeda dengan Polda Bali, menurut dia, di sana sudah cukup ideal karena satu polisi berbanding empat ratus anggota masyarakat. “Itu memang standar internasional,” katanya.
Menurut dia, berawal dari situlah Polri membuat strategi yang pada intinya adalah komuniti polisi (perpolisian masyarakat). Dari komuniti polisi ini mengadopsi dari berbagai negara seperti Jepang yang terkenal dengan “Koban” maupun dari Inggris yang terkenal dengan panggilan “Bobby”.
Dikatakannya, implementasi yang harus dilaksanakan di kesatuan operasional dasar baik polres maupun poltabes dalam bentuk Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat. “Jadi sekarang, status kita antara anggota Polri dengan masyarakat adalah setara dan sejajar. Kita geser paradigma lama yang tadinya seolah-olah bahwa polisi adalah harus dilayani oleh masyarakat. Mari kita geser brain image kita, dari paradigma lama ke paradigma baru yang harus kita tonjolkan yakni kemitraan polisi dan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Walikota Pontianak, Sutarmidji berharap silaturrahmi seperti ini bisa ditindaklanjuti secara periodik. “Mungkin dalam tiga bulan sekali untuk lebih saling tukar informasi tentang hal-hal yang perlu ditangani baik oleh Pemerintah Kota, aparat keamanan maupun hal-hal lainnya,” ucap Sutarmidji.
Senada dengan Kapoltabes, Walikota menilai saat ini belum pada titik capaian yang ideal antara keberadaan personil Polri dengan jumlah masyarakat yang ada. “Jadi idealnya setiap 400 masyarakat harus ada satu polisi. Nah, kenyataannya sekarang satu berbanding seribu sehingga peran masyarakat yang tergabung dalam FKPM sangat besar dan sangat dibutuhkan,” terangnya.
Dia menambahkan beberapa waktu yang lalu FKPM di Kota Pontianak ini sangat memberikan satu sumbangsih pemikiran maupun kegiatan yang mengarah pada terciptanya iklim yang kondusif di Kota Pontianak. “Karena Pontianak ini perlu iklim yang kondusif, keamanan dan kenyamanan supaya investor mau menanamkan modalnya di Pontianak,” jelasnya.
Ia berpendapat tanpa investasi di Pontianak ini, mustahil bisa menciptakan lapangan kerja, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Mustahil kita bisa meningkatkan daya beli masyarakat karena kemampuan APBD hanya 10 sampai 20 persen dari nilai yang harus tersedia untuk pertumbuhan ekonomi yang kita targetkan sekitar 5 persen. Jadi, sangat terbatas sehingga peran swasta sangat besar,” pungkasnya.
Sutarmidji juga berharap peran FKPM kedepannya semakin meningkat. Namun diakuinya bantuan yang diberikan Pemkot tidak begitu besar. “Tapi silakan saja bapak-bapak yang tergabung dalam FKPM untuk mengajukan permohonan bantuan. Yang jelas Surat Pertanggung Jawabannya (SPJ) tetap harus ada. Kalau SPJ-nya tidak ada, tahun depan saya tidak akan bantu lagi,” tegasnya.
Walikota juga menegaskan kedepannya pemberian bantuan untuk FKPM akan diseragamkan agar tidak ada kecemburuan antara FKPM yang satu dengan lainnya sehingga tidak ada lagi perbedaan bantuan yang diterima masing-masing FKPM. (12)