You are hereJadikan Sampan Potensi Daya Tarik Wisata

Jadikan Sampan Potensi Daya Tarik Wisata


By jimigantung - Posted on 14 Oktober 2012

Lomba Sampan Tradisional Hari Jadi Kota Pontianak

Sampan selain sebagai salah satu sarana transportasi air yang kerap digunakan masyarakat, ternyata juga bisa menjadi potensi daya tarik wisata di Kota Pontianak. Untuk menggali potensi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pontianak, Minggu (14/10) pagi menggelar lomba sampan tradisional bagi masyarakat umum. Sebanyak 70 peserta unjuk kebolehan mengayuh sampan dalam lomba yang digelar setiap tahunnya ini untuk merayakan Hari Jadi Kota Pontianak ke 241 yang jatuh pada 23 Oktober mendatang.
Walikota Pontianak, Sutarmidji mengajak masyarakat untuk terus melestarikan olahraga-olahraga tradisional seperti lomba sampan yang digelar ini karena selain menjadi daya tarik bagi wisatawan juga memperkaya nuansa pariwisata yang ada di Kota Pontianak. “Hanya sayangnya sampan yang digunakan dalam lomba ini tidak seragam. Ke depannya saya berharap sampannya seragam,” ujar Sutarmidji.
Menurutnya, banyak potensi-potensi yang bisa digali baik dari olahraga tradisional maupun kebudayaan hingga kuliner. Dia menilai, Pontianak merupakan kota yang kaya akan khasanah budaya yang bisa menjadi aset untuk memperkaya warna-warni pariwisata di kota ini. “Banyak potensi yang kita miliki seperti arakan pengantin, kue-kue dan makanan tradisional dan lainnya,” katanya.
Bahkan, Pemkot juga akan menggelar Pameran kue-kue tradisional yang akan menampilkan berbagai kue-kue dan cemilan khas Kota Pontianak. Pameran kue-kue traidisional ini digelar untuk memperkenalkan dan menanamkan kecintaan masyarakat terhadap kue-kue tradisional. “Jangan sampai masyarakat kita, generasi muda kita tidak tahu kue-kue tradisional, mereka hanya tahu makanan cepat saji,” ucapnya.
Sutarmidji juga berkeinginan mengembangkan kawasan Sungai Jawi menjadi kawasan wisata air. “Di sini kalau malam hari ada cafe atau warung kopi di sepanjang Sungai Jawi ini, pasti sangat bagus bahkan lebih bagus dari coffee street Gajah Mada,” pungkasnya.
Lomba sampan tradisional yang menjadi agenda dalam kalender pariwisata Kota Pontianak ini dijejali masyarakat yang ingin menyaksikan lomba sampan, dua sisi pinggiran Sungai Jawi hampir penuh oleh penonton. Peserta lomba terdiri dari dua ketegori yakni khusus putra dan putri. Dari segi usia, peserta tak hanya dari kalangan dewasa, anak-anak pun unjuk kemahiran mendayung sampan dan memacunya untuk menjadi yang tercepat. (jim)