You are hereJadikan Pancasila Landasan Berbangsa dan Bernegara

Jadikan Pancasila Landasan Berbangsa dan Bernegara


By Tamu - Posted on 15 December 2009

Dialog Pancasila dan NKRI

Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa pada masa kini disadari memang kurang disosialisasikan kepada masyarakat, para generasi muda seakan-akan kurang memaknai pentingnya mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu. Terkait itu, Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Dirjen Kesbangpol) Departemen Dalam Negeri (Depdagri) bekerja sama dengan Mitra Sekolah Masyarakat (Misem) menggelar Dialog Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Selasa (15/12) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pontianak (STIEP). Dialog ini dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Pontianak, Paryadi. Peserta dialog ini terdiri dari pelajar dan mahasiswa, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan serta tokoh masyarakat.
Menurut Heru, yang mewakili Dirjen Kesbangpol Depdagri mengungkapkan berbicara mengenai persoalan kebangsaan merupakan hal yang signifikan mengingat ada beberapa hal permasalahan nasionalisme diantaranya modernisasi dan globalisasi, keutuhan ideologi, faktor kedaerahan dimana rasa nasionalisme yang memudar serta fanatisme kedaerahan. “Oleh karena itu kita harus senantiasa memperjuangkan cita-cita kebangsaan kita diantaranya ketahanan politik dalam negeri maupun ketahanan ekonomi,” ujarnya.
Dikatakannya lagi, keutuhan ideologi dan wawasan kebangsaan merupakan faktor yang sangat penting apabila akan mengembalikan hak-hak dan martabat sebagai bangsa yang besar.
Heru memaparkan Pancasila yang terdiri dari lima sila menjadi pegangan kedepan dalam rangka mengantisipasi tantangan baik dari luar maupun dari dalam yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
Sementara itu, Wakil Walikota Pontianak, Paryadi mengatakan kesadaran untuk meposisikan Pancasila sebagai landasan berpijak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus selalu disosialisasikan dan diaktualisasikan baik dalam pemahaman, sikap dan cara bertindak hendaknya sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. “Adanya kesadaran untuk meletakkan kepentingan negara maupun daerah di atas kepentingan kelompok masyarakat, suku, agama dan budaya menjadi harapan dan tujuan kita bersama dalam rangka membangun kota yang kita cintai ini,” ujar Paryadi.
Terkait hal ini, Paryadi mengungkapkan pentingnya dialog ini dalam rangka memberikan kesadaran akan pemahaman terhadap pandangan kebangsaan yang menjadi landasan untuk mencapai tujuan nasional. “Yakni memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta melindungi bangsa Indonesia menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila,” jelasnya.
Dengan kemampuan memposisikan kepentingan negara maupun daerah di atas kepentingan kelompok, agama maupun etnis, kata dia, maka akan tercipta situasi kondusif yang diperlukan untuk mendukung kelancaran proses pembangunan. (12)