You are hereGKM Tingkatkan Daya Saing

GKM Tingkatkan Daya Saing


By Tamu - Posted on 22 February 2011

Dinas Perindagkop dan UKM Sosialisasikan GKM

Untuk memberikan bimbingan kepada industri kecil dalam rangka meningkatkan daya saing, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kota Pontianak, menggelar sosialisasi gugus kendali mutu (GKM) bagi usaha kecil dan menengah. GKM adalah sekelompok karyawan dari unit kerja yang sama yang bertemu secara berkala mengupayakan pengendalian mutu dengan cara mengidentifikasi, menganalisis dan mencari pemecahan masalah yang dihadapi dalam pekerjaan di unit kerjanya tersebut dengan menggunakan teknik kendali mutu.
“Jadi mulai dari proses awal, dari mulai bahan bakunya, prosesnya, hasil akhirnya, semua itu diberikan bimbingan,” ujar Kadis Perindagkop dan UKM, Ayuharro, Selasa (22/2) di aula Rohanna Muthalib, Bappeda Kota Pontianak usai membuka secara resmi sosialisasi itu.
Dia menambahkan, dalam sosialisasi ini juga diberikan bimbingan dalam memilih bahan baku yang baik, prosesnya, alat-alat yang digunakan dalam proses produksi dan lain sebagainya. “Kalau peralatan yang digunakan masih bersifat tradisional, kita akan berikan sentuhan-sentuhan teknologi, higienitasnya, sampai proses akhir seperti packagingnya," katanya.
Sasaran GKM ini, lanjut dia, yakni untuk meningkatkan kemampuan manajerial para karyawan operasional agar tumbuh kebiasaan berpikir analitis. “Selain itu juga untuk mendorong setiap karyawan agar mampu memberikan sumbangan pikiran yang berkaitan dengan pengendalian mutu sehingga tercipta lingkungan kerja di mana karyawan sadar akan mutu, permasalahan dan merasa berkepentingan untuk memperbaikinya,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Sosialisasi GKM, Suhartiningsih, memaparkan maksud dan tujuan digelarnya sosialisasi ini selain untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada pelaku Industri Kecil Mikro (IKM) tentang pentingnya pengelolaan manajemen produksi yang berkualitas, juga agar pelaku IKM dapat menerapkan proses produksi yang benar mulai tahap awal hingga akhir sehingga dapat meningkatkan produktifitas, kualitas yang berdaya saing sekaligus mengurangi tingkat kegagalan produksi.
“Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan selama satu hari dengan jumlah peserta 25 orang yang merupakan pelaku industri makanan dan kerajinan di Kota Pontianak yang potensial untuk dikembangkan dan dibina lebih lanjut dengan menggunakan salah satu dari tiga model yang ada,” jelas dia.
Tiga model GKM yakni model Palda, untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi tingkat kesalahan, model ELMA yakni untuk meningkatkan kualitas yang berdaya saing dan produktivitas yang tinggi dan model 3P yaitu untuk IKM yang telah berskala menengah dan besar dengan meningkatkan daya saing pada tataran pemasaran yang lebih luas. (12)