You are here GINSENG, SIRIH MERAH UNGGULAN TOGA KELURAHAN DARAT SEKIP

GINSENG, SIRIH MERAH UNGGULAN TOGA KELURAHAN DARAT SEKIP


By Tamu - Posted on 08 May 2013

Manfaatkan toga sesuai ukuran

Tanaman obat keluarga (TOGA) telah dikembangkan oleh warga Kelurahan Darat Sekip, sejak beberapa tahun yang lalu untuk kebutuhan keluarga, teman maupun tetangga yang pada akhirnya menghantarkan Kelurahan Darat Sekip Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak sebagai Pelaksana Terbaik Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, dan mewakili Kalimantan Barat keTingkat Nasional sebagai Kelurahan yang memanfaatkan hasil Toga. Jerih payah warga yang menanam dan tergabung dalam Kelompok Tani yang Memanfaatkan TOGA hari ini Selasa (7/5) mendapatkan penilaian secara langsung dari Ketua Pokja IV Tim Penggerak PKK Pusat, Drg. Ratna.
Kalimantan Barat yang diwakili Kelurahan Darat Sekip Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak akan bersaing dengan Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten dan Kepulauan Riau. Drg. Ratna Farida yang pernah menjadi warga Kota Pontianak dan bertugas di Puskesmas Kampung Bali mengemukan dalam sambutannya pada saat penilaian lomba bertempat di Gg. Meranti 6/Beringin 2, bahwa masyarakat Indonesia mulai dari Aceh sampai Irian sudah sangat mengenal tanaman obat, misalnya terjadi mimisan, maka kita akan segera mencari Sirih.” Jika anak kita mimisan, tentunya ibu-ibu akan segera mencari sirih, dan saya yakin rata-rata kita sudah memanfaatkan apa saja dari tanaman yang ada disekitar kita untuk di jadikan obat. Jahe, kunyit, cocor bebek sudah pasti mudah menanamnya dan gampang pengolahannya. Mudah-mudahan ini dapat terus dimanfaatkan supaya kita tidak tergantung dengan obat-obatan yang berbahan kimia ” kata Ratna.
Walikota Pontianak, H. Sutarmidji, SH.M.Hum juga memberikan apresiasi kepada warga yang melakukan pengolahan dan pemanfaatan lahan yang sempit tapi mempunyai manfaat yang besar dengan menanam tanaman obat yang menggunakan pupuk organic berupa kepala ikan teri seperti yang dilakukan oleh Asong (70) yang memanfaatkan lahan pekarangannya dengan menanam ginseng, selasih, jerangau merah dan tanaman lainnya sebagai tanaman obat. “Saya sangat berterima kasih kepada warga disini yang dapat memanfaatkan lahan yang sempit, selain untuk mendapatkan tambahan penghasilan juga untuk menjaga kesehatan.” Ujarnya. Selain itu Sutarmidji juga mengingatkan kepada warga, apabila menggunakan bahan-bahan alami jangan semaunya atau tidak sesuai ukuran. “ Saya juga mengingatkan apabila meminum obat dari ramuan tumbuhan seperti daun sirsak jangan berlebihan, jika takarannya tujuh lembar jangan sampai dua puluh satu, supaye cepat sembuh, direbus banyak banyak-nanti akibatnya fatal, mendadak drop, bahaye” ingat sutarmidji dalam bahasa Melayu.
Pada saat berkeliling menilai ke lapangan, Tim penilai yang disertai Walikota Pontianak dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Frederika Cornelis terkagum-kagum dengan hamparan tanaman ginseng, selasih, sirih merah dan juga jerangau merah yang besar dan subur. Tanaman tersebut menjadi andalah Kelurahan Darat Sekip dalam pemanfaatan Toga, daun liang teh dan bahan rempah-rempah yang dijadikan jamu gendong oleh warga sebagai tambahan penghasilan warga. (01)