You are hereEkonomi

Ekonomi


By webminpontianak - Posted on 13 November 2009

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB)


 

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk menciptakan output (nilai tambah) pada suatu waktu tertentu. PDRB dari sisi sektoral merupakan penjumlahan seluruh komponen nilai tambah bruto yang mampu diciptakan oleh sektorsektor ekonomi atas berbagai aktivitas produksinya.
Berdasarkan penghitungan PDRB atas dasar harga konstan 2000, laju pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak tahun 2007 adalah sebesar 5,29 persen. Angka ini didapat dari adanya peningkatan PDRB Kota Pontianak menurut harga konstan 2000, dimana pada tahun 2006 sebesar Rp.5.477.863,73 juta meningkat menjadi Rp. 5.767.721,69 juta di tahun 2007.
Hampir seluruh sektor ekonomi pada tahun 2007 mengalami pertumbuhan. Laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2007 ini antara lain didukung oleh pertumbuhan di sektor dominan seperti sektor Industri Pengolahan, sektor Bangunan, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran serta sektor-sektor lain yang peranannya lebih kecil. Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran yang merupakan sektor yang paling dominan pada perekonomian Kota Pontianak, di tahun 2007 pertumbuhannya meningkat dibandingkan pertumbuhan di tahun 2006. Pada tahun 2006 pertumbuhan di sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 5,55 persen dan di tahun 2007 meningkat menjadi 5,82 persen. Peningkatan pertumbuhan disektor Perdagangan, Hotel dan Restoran ini tentunya tidak terlepas dari adanya peningkatan volume perdagangan serta peningkatan jumlah tamu hotel serta rumah makan dan restoran di kota Pontianak.
Struktur perekonomian di Kota Pontianak sampai dengan tahun 2007 masih di dominasi oleh sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dengan peranannya sebesar 22,32 persen. Hal ini berarti bahwa naik turunnya pertumbuhan di sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran akan sangat mempengaruhi naik turunnya pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan di Kota Pontianak. Sektor lain yang peranannya cukup penting dalam pembentukan PDRB Kota Pontianak adalah sektor Jasa-jasa dengan peranannya sebesar 20,70 persen dan sektor Pengangkutan dan Komunikasi dengan peranan sebesar 20,07 persen.

= Pendapatan Per Kapita =

Nilai PDRB per Kapita di suatu wilayah di dapat dari pembagian antara nilai Produk Domestik Regional Bruto dengan jumlah penduduk per tengahan tahun di wilayah tersebut. Jika di bandingkan dengan nilai yang sama dengan wilayah lain dalam kurun waktu yang sama maka nilai PDRB per Kapita ini dengan cepat akan memperlihatkan secara relatif tingkat kemakmuran wilayah tersebut dibandingkan dengan wilayah lain. Artinya adalah jika nilai PDRB per Kapita-nya lebih besar dari nilai PDRB per Kapita di wilayah lain maka penduduk wilayah tersebut dapat dikatakan relatif lebih makmur demikian juga sebaliknya.
Untuk wilayah kota Pontianak, nilai PDRB per Kapitanya selalu memperlihatkan adanya kenaikan bila dibandingkan dengan periode terdahulu. Di tahun 2006 misalnya nilainya adalah sebesar Rp. 14.819.653 yang berarti meningkat sebesar 7,76 % dibandingkan dengan nilai di tahun 2004 yang sebesar Rp. 13.751.736.

PERINDUSTRIAN


 

Tabel-tabel tentang industri di Kota Pontianak yang terdapat dalam sub bab ini bersumber pada data yang dikumpulkan melalui Survei Perusahaan Industri Besar/Sedang Tahunan dan juga berasal dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pontianak. Untuk pembagian kelompok industri mengikuti Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI), sedangkan untuk kategori industri memakai konsep industri dari Badan Pusat Statistik, yaitu :

Ø Industri Besar mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih
Ø Industri Sedang dengan tenaga kerja 20 . 99 orang
Ø Industri Kecil dengan tenaga kerja 5 . 19 orang
Ø Industri Kerajinan Rumah Tangga dengan tenaga kerja 1 . 4 orang.

Jumlah perusahaan industri besar/sedang di Kota Pontianak yang telah terdata selama tahun 2005 adalah 34 perusahaan. Dari 34 perusahaan tersebut, 21 perusahaan diantaranya terletak di Kecamatan Pontianak Utara dan sisanya tersebar di tiga kecamatan lainnya yaitu di Kecamatan Pontianak Selatan sebanyak 5 perusahaan, Pontianak Timur 2 perusahaan dan Pontianak Barat 3 perusahaan dan Pontianak Kota sebanyak 3 perusahaan.

Jumlah kesempatan kerja baru pada tahun 2005 sebanyak 6,106 orang, tahun 2006 sebanyak 9,089 orang, tahun 2007 sebanyak 7,851 orang dan tahun 2008 diperkirakan kesempatan kerja baru yang tercipta sebanyak 9,218 orang. Angka tersebut diperhitungkan berdasarkan produktifitas dan elastisitas tenaga kerja tiap sektor lapangan kerja. Pertumbuhan tenaga kerja pada tahun 2005-2008 rata-rata sebesar 4 % per tahun. Sedangkan jumlah tenaga kerja yang tak tertampung pada tahun 2006 sebanyak 17,353 orang, tahun 2007 sebanyak 18,520 orang dan tahun 2008 sebanyak 18,655 orang. Tingkat pegangguran pada tahun 2006 sebesar 7,12 %, tahun 2007 sebesar 7,33 % dan tahun 2008 sebesar 7,12 %.

Nilai output yang dihasilkan dari perusahaan industri besar/sedang adalah sebesar 1,510 triliun rupiah, dimana perusahaan industri besar/sedang yang berada di Kecamatan Pontianak Utara, yang didominasi oleh perusahaan industri perkaretan, memiliki andil yang terbesar dalam menyumbang nilai output. Sedangkan nilai output yang terkecil berasal dari perusahaan yang terdapat di Kecamatan Pontianak Kota, senilai 2,849 milyar rupiah.
Untuk Nilai Tambah Bruto (NTB) yang diperoleh dari seluruh perusahaan industri besar /sedang di Kota Pontianak selama tahun 2005 adalah sebesar 217,566 milyar rupiah dan pajak tak langsung yang diperoleh adalah sebesar 462,78 juta rupiah, sedangkan NTB atas Biaya Faktor yang diperoleh adalah sebesar 217,103 milyar rupiah

Jumlah unit usaha industri, tenaga kerja, besarnya nilai Investasi dan nilai penjualan dari sentra industri kecil jenis Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK) terlihat bahwa sentra industri kecil jenis IHPK terbanyak adalah usaha industri makanan ringan yang terpusat di Kelurahan Sungai Bangkong, dengan tenaga kerja yang diserap sebanyak 329 orang, nilai investasinya mencapai 249,50 juta rupiah dan nilai penjualannya sebesar 780,50 juta rupiah. Sedangkan industri anyaman keladi air pada tahun 2005 ini hanya memiliki 16 unit usaha dengan nilai investasi 17,5 juta rupiah dan nilai penjualan 110 juta rupiah yang terletak di Tanjung Hulu (Pontianak Timur).

Posisi industri kecil jenis IHPK di Kota Pontianak selama tahun anggaran 1998/1999 dan 1999/2000. Jenis usaha yang dominan pada tahun anggaran 1999/2000 adalah industri makanan yang terdiri dari 216 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 2 339 orang, dan nilai produksinya sebesar 31,927 milyar rupiah. Industri makanan ini merupakan satu-satunya industri kelompok IHPK yang hasil produksinya di ekspor ke luar negeri yang nilainya mencapai 8,24 milyar rupiah.

PERTANIAN



Tanaman Pangan dan Hortikultura

 

Data tentang tanaman pangan yang disajikan sub bab ini meliputi tanaman padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi rambat dan kacang tanah. Sedangkan tabel lainnya mencakup tentang tanaman sayuran dan tanaman buah-buahan (Hortikultura).
Pada tahun 2006 jenis tanaman pangan yang hasilnya paling besar adalah ubi kayu yang menghasilkan 1.206 ton dengan rata-rata produksi 115,92 kuintal/ha, diikuti oleh padi sawah dengan produksi 892 ton dan Ubi Rambat yang produksinya mencapai 351 ton. Sedangkan tanaman jagung berproduksi sekitar 112 ton, dengan rata-rata produksi 14,55 kuintal/ha.
Khusus untuk tanaman sayursayuran, tampak bahwa tanaman kangkung, petsai/sawi dan bayam merupakan komoditi yang dominan dimana luas panen masing-masing sebesar 155 hektar, 141 hektar dan 121 hektar, dengan produksi masingmasing sebesar 21.700 kwintal,16.920 kwintal, dan 6.468 kwintal. Luas panen yang terkecil adalah tanaman cabe dengan luas panen 4 hektar dan produksi sekitar 480 Kwintal.
Tanaman buah-buahan yang ada di Kota Pontianak, disana terlihat bahwa tanaman nangka/cempedak, pisang dan nenas masih dominan di kota ini dengan produksi masing-masing sebesar 7.326 kwintal, 6.031 kwintal dan 5.652 kwintal pada tahun 2006. Dibanding dengan tahun sebelumnya, produksi ketiga jenis tanaman tersebut mengalami kenaikan. Sedangkan jenis buah yang produksinya terkecil adalah alpokat, jambu air, dan duku/langsat.

Peternakan dan Unggas

Jumlah ternak di Kota Pontianak sangat bervariasi dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2006. Untuk sapi potong, populasi paling banyak adalah pada tahun 2006 ( 1.833 ekor) dan terendah pada tahun 2001 (1.093 ekor). Untuk sapi perah jumlah terbanyak terdapat pada tahun 2002 (50 ekor) dan terendah pada tahun 2004 (27 ekor). Ternak kambing populasi tertinggi pada tahun 2005 (3.869 ekor) dan terendah pada tahun 2001 ( 1.264 ekor). Untuk ternak babi, populasi tertinggi terdapat pada tahun 2004 (2.862 ekor), sedangkan tahun 2006 populasinya sekitar 353 ekor.
Untuk ternak ayam ras, jika kita lihat data dari tahun 2001 sampai dengan 2006, populasinya yang sangat menonjol adalah pada tahun 2006 (190.181 ekor) dan yang paling sedikit populasinya terjadi pada tahun 2002 (32.400 ekor). Jumlah ternak ayam buras, yang terbanyak adalah tahun 2005 yaitu 209.500 ekor, sedangkan ternak itik tahun 2002 merupakan populasi tertinggi dengan 28.397 ekor. Sedangkan untuk ternak burung puyuh, dari tahun ke tahun terus menurun populasinya. Bahkan pada dua tahun terakhir sudah tidak ada lagi populasinya.
Ternak paling banyak dipelihara oleh masyarakat Pontianak adalah ayam ras dengan jumlah keseluruhan 190.181 ekor dan menyebar di seluruh kecamatan di Kota Pontianak. Yang terbanyak terdapat di Kecamatan Pontianak Utara (61.113 ekor) dan paling sedikit di Kecamatan Pontianak Timur (20.013 ekor). Sedangkan ternak yang paling sedikit dipelihara adalah sapi perah (32 ekor) dan hanya terdapat di Kecamatan Pontianak Kota.