Kota Padang Panjang Belajar Tangani Konflik Sosial di Pontianak

Pengumuman Lelang Pembangunan Gedung Parkir (Multi Years) Lelang Ulang
15/11/2017
Sukses Majukan Pendidikan Lewat TIK, Midji Raih Kihajar Award
17/11/2017

Kota Padang Panjang Belajar Tangani Konflik Sosial di Pontianak

Belajar menangani konflik sosial dan pengeloaan pasar serta rusunawa, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang Panjang berkunjung ke Pemkot Pontianak, Kamis (16/112017). Rombongan Pemkot Padang Panjang diterima Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan SDM, Imran.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis usai mendengarkan pemaparan keberhasilan pembangunan di Kota Pontianak yang disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia (SDM) menjelaskan maksud dan tujuannya berkunjung ke Pemerintah Kota Pontianak.

“Kami mau lihat penanganan konflik sosial di Kota Pontianak yang cukup berhasil dimana kami lihat masyarakatnya sangat heterogen ada berbagai suku bangsa, tapi aman,” ungkapnya.

Selain itu Kota Pontianak juga dianggap Walikota Padang Panjang, Hendri Anis sudah sangat maju, hal tersebut bisa dilihat dari sejumlah penghargaan yang diterima dari sejumlah Kementrian, seperti Kementrian Perdagangan berupa reward untuk pemberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk beberapa komoditi yang diperdagangkan.

“Kami juga ingin belajar bagaimana pengelolaan pasarnya yang terbilang cukup baik, terutama pemberlakukan barang yang harus memenuhi Standar Nasional Indonesia,” katanya.

Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang ada di Kota Pontianak saat ini, juga dianggap cukup baik oleh Pemkot Padang Panjang yang saat ini juga sedang membangun Rusunawa bantuan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Wali Kota Padang Panjang juga menyempatkan melihat Pontive Centre yang dimiliki Kota Pontianak, dimana pada saat di dalamnya kagum dengan kemajuan Kota Pontianak yang bisa dilihat dari layar kaca besar dan menyempatkan melihat pemanfaatan Pontive Centre khususnya memantau arus lalu lintas di Kota Pontianak.

“Di Pemerintahan Kota Padang Panjang kami juga memilikinya, tapi tidak secanggih dan sebagus yang dimiliki Pemerintah Kota Pontianak, padahal anggaran untuk membuat Pontive Centre hanya menghabiskan anggaran kurang lebih tiga milliard rupiah,” ucapnya,

“Kita ingin mengadopsi Pontive Centre yang dikembangkan Pemerintah Kota Pontianak untuk kita terapkan di Kota Padang Panjang, ini ilmu yang cukup baik untuk kami,” katanya.

Kunjungan Pemerintah Kota Padang Panjang ke Pemerintah Kota Pontianak diharapkan, Hendri Anis tidak hanya berakhir setelah kunjungan tapi bisa terjalin kerjasama yang lebih baik lagi khususnya kerjasama dibidang perdagangan. (*)

 

Comments are closed.

'