27.649 Peserta Khataman Al Quran Massal Siap Pecahkan Rekor MURI

Bandung Studi Tiru Perizinan di Pontianak
11/10/2017
Luar Biasa, Pontianak Pecahkan Rekor Khataman Massal
14/10/2017

27.649 Peserta Khataman Al Quran Massal Siap Pecahkan Rekor MURI

2.500 Pokok Telok Ikut Pecahkan Rekor

 

Sebanyak 27.649 peserta siap memecahkan rekor Khataman Al Quran massal terbanyak. Rekor ini akan dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) saat digelarnya Khataman Al Quran di Masjid Raya Mujahidin, Sabtu (14/10/2017). Jumlah rekor yang akan dipecahkan Kota Pontianak ini lebih banyak dua kali lipat dibandingkan rekor sebelumnya yangdipecahkan Kabupaten Musiwaras pada tahun 2015 sebanyak 12.500 peserta. Tak hanya mecatatkan rekor peserta terbanyak Khataman Al Quran, Pontianak juga akan mencatat sejarah sebagai pemecah rekor pokok telok terbanyak yakni 2.500 pokok telok mengalahkan rekor yang pernah dicatat Kabupaten Wonogiri sebanyak 2.025 pokok telok pada tahun 2015 lalu.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi dari program Pemkot Pontianak, di mana siswa yang lulus SMP harus sudah khatam Al Quran. Bagi mereka yang belum khatam dan belum mengantongi sertifikat khatam Al Quran ketika mendaftarkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang setingkat SMA, maka siswa bersangkutan akan diberikan pendidikan tambahan baca Al Quran hingga khatam. “Selama masa pendidikannya di SMA, dia harus khatam Al Quran sehingga ketika mereka menyelesaikan pendidikan SMA, siswa-siswa itu sudah khatam Al Aquran bagi yang beragama Islam,” jelasnya, Jumat (13/10/2017).

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak, Mulyadi menyebut, jumlah peserta yang sudah terdata untuk ambil bagian dalam Khataman Al Quran massal ini adalah 27.649 yang terdiri dari siswa SD/MI, SMP/MTs,SMA/SMK/MA se-Kota Pontianak. “Khataman Al Quran ini mulai pukul 07.00 WIB di Masjid Raya Mujahidin,” tuturnya.

Koordinator Acara dan Publikasi, Suhra Wardi menambahkan,  untuk peserta disediakan tempat di ruang utama Masjid Raya Mujahidin lantai dua, ruang aula dan teras serta plaza yang dilengkapi tenda. Peserta nantinya duduk sesuai dengan kecamatan domisilinya yang sudah ditentukan panitia. “Pria dan wanita duduknya terpisah,” terangnya.

Sedangkan peserta yang hadir lebih dulu dipersilakan memasuki ruang utama dan seterusnya. Sementara para orang tua peserta khataman, berada di luar tempat duduk peserta. “Sehingga peserta hanya didampingi guru pendamping dan panitia,” kata Suhra yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Pontianak.

Selain itu, lanjutnya lagi, sekolah-sekolah maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membawa pokok telok, telah disiapkan tenda khusus untuk pokok telok yang berlokasi di halaman Masjid Raya Mujahidin. Suhra menambahkan, tidak seluruh pokok telok yang dibawa nantinya diikutsertakan. Oleh karena itu, ia meminta sekolah-sekolah dan OPD memberitahukan mana pokok telok yang akan diikutsertakan dalam lomba sehingga bisa diserahkan untuk didata pihak panitia. (jim)

Comments are closed.

'