Publis APBD, Ketua KPK Puji Pemkot Pontianak

Hearsay, Is and additionally Presbyterian University Scholar’s Lifetime
09/08/2017
These Fact that Sherman University or college from In a straight line Chiropractic College’utes Lifespan
09/08/2017

Publis APBD, Ketua KPK Puji Pemkot Pontianak

Sutarmidji Paparkan Materi dalam Seminar Indonesia Development Forum

 

Paparan inovasi yang dilakukan Pemerinth Kota (Pemkot) Pontianak, oleh Wali Kota, Sutarmidji ketika menjadi pemateri dalam kegiatan Indonesia Development Forum, di Gedung Gama Tower, Rabu (9/8/2017) sore, menyita perhatian peserta yang berada di sana. Inovasi percepatan layanan perizinan, sampai publis APBD kepada masyarakat membuat Ketua KPK, Agus Raharjo, kagum atas kinerja Pemkot Pontianak.

Dalam sesi itu, selain Wali Kota Pontianak jadi pematerinya, Ketua KPK, Agus Raharjo, Wakil Ketua Saber Pungli RI, Sri Wahyungingsih dan Zegen Van Der Wal dari Lee Kuan Yew School of Public Policy and Asian Research Institute National University of Singapura menjelaskan masing-masing materinya. Pada sesi Sutramidji, dia paparkan inovasi yang sudah dilakukan oleh Pemkot Pontianak.

Saat paparan materi, peserta semakin penasaran dengan inovasi yang dilakukan Pontianak. Salah satunya tentang 99 perizinan dipangkas menjadi 17 izin. Kemudian, percepatan layanan dan publis APBD ke masyarakat. Dari penjelasannya, ternyata dapat banyak respon peserta yang ingin bertanya lebih dalam tentang inovasi tersebut.

Usai pemaparan, Sutarmidji menjelaskan, Ketua KPK sempat memuji soal publis APBD Pemkot Pontianak. Tentang itu, sebenarnya sudah dilakukan sejak 7 tahun lalu. Tindakan itu sebagai bentuk kesetaraan penyelenggara dengan masyarakat dan memang masyarakat harus tahu apa yang akan dilakukan untuk anggaran ini.

Pelaksanaan Musrenbang sebagai tindak lanjut upaya untuk kesetaraan pemerintah daerah dengan masyarakat membedah APBD. Kesemua itu dilakukan tiap tahun sebagai evaluasi perbaikan kualitas APBD sehingga bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah ke depan.

Inovasi pemangkasan izin juga ia paparkan ketika menjadi pemateri. Sebelum dipangkas ada banyak perizinan yang harus dilalui masyarakat ketika ingin mengurus administrasi. Bahkan untuk mendapatkan satu izin, masyarakat harus mendapatkan belasan izin terlebih dahulu. Ini tak perlu. Sehingga apa yang dianggap tak perlu dihapus. “Dari 99 izin sekarang tinggal 17 izin. Saya malah mau sisakan 10 izin saja,” ungkapnya.

Di tempat sama, Ketua KPK, Agus Raharjo kagum atas pembedahan APBD tiap tahun yang dilakukan Pemkot Pontianak. Hal itu dikatakan saat pemaparan materi KPK pada peserta kegiatan tersebut. Tindakan Pemkot Pontianak mempublis APBD pada masyarakat dapat mencegah penyimpangan anggaran dan ini juga dinilai efektif mencegah korupsi. “Patut ditiru yang dilakukan Wali Kota Pontianak dalam pembedahan APBD ini,” terangnya.

Korupsi ini bukan budaya Indonesia, melainkan peninggalan bangsa kolonial. Namun sekarang sudah ada kemajuan dalam memberantas korupsi di Indonesia. “Kita bahkan berada di atas beberapa negara di Asean, namun masih di bawah Singapura dan Malaysia,” katanya. (Sumber: Pontianak Post/iza)

 

Comments are closed.

'