Jadilah Tenaga Pendidik Berkualitas

Sutarmidji Tekankan Pentingnya Sejarah di Kalangan Generasi Muda
15/07/2017
Pengumuman Pemenang Renovasi PCC
17/07/2017

Jadilah Tenaga Pendidik Berkualitas

200 mahasiswa IKIP PGRI KKM-PPL di Sekolah-sekolah

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menerima 200 Mahasiswa Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Pontianak yang akan melaksanakan KKM-PPL disejumlah sekolah di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (17/7/2017).

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dalam sambutannya berharap seluruh mahasiswa yang melaksanakan KKM-PPL bisa banyak belajar mengenai bagaimana menjadi pendidik yang berkualitas dan memiliki kompetensi seorang pendidik.

“Saya mengapresiasi kegiatan KKM-PPL ini karena inilah pengabdian mahasiswa yang harus mengetahui ruanglingkup kerjanya, dan sebagai sarana mahasiswa untuk mendapatkan dan membuka wawasan,” harapnya.

Penyerahan 200 Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak diserahkan langsung Wakil I Rektor IKIP PGRI Pontianak Bidang Akademik, Prof Hamid Darmadi yang ditemani sejumlah dosen dare 10 program bidang studi diantarayan, program Bimbingan Konseling, Pendidikan Kewarganegaraan, Sejarah, Biografi, Fisika, Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Teknologi Informasi Komputer, Matematika. 200 Mahasiswa yang mengikuti KKM-PPL disebar disejumlah sekolah menengah dan atas yang ada di Kota Pontianak selama satu semester atau enam bulan.

Sementara itu, Wakil I Rektor IKIP PGRI Pontianak, Prof. Hamid Darmadi mengatakan KKM-PPL merupakan program untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi calon pendidik di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Pontianak.

“PPL itu untuk meningkatkan kemampuan mengajar sedangkan KKM itu untuk meningkatkan komunikasi mahasiswa dalam hidup dimasyarakat,” katanya.

Dijelaskan, Prof. Hamid Darmadi KKM-PPL 200 Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak tahun ini merupakan yang terakhir dilaksanakan, karena tahun depan sudah tidak adalagi dan berganti menjadi program magang.

“Tahun depan KKM-PPL dihapuskan dan berganti magang dimana perbedaannya hanya terletak pada waktu dan proses, kalau KKM-PLL mahasiswa penuh mengajar, tapi magang ada proses yakni magang 1, 2 mahasiswa hanya observasi dan magang 3 mahasiswa baru boleh mengajar dikelas,” ungkapnya.

Prof Hamid Darmadi  berharap engan mengikuti KKM-PPL ini diharapkan kompetensi mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik bisa lebih baik lagi. (*)

Comments are closed.

'