Polresta Bentuk Tim Ungkap Penyebar Berita Hoax

????????????????????????????????????
image_pdfimage_print

Pelaku Terancam Enam Tahun Penjara dan Denda Rp 1 miliar |

Hati-hati bagi yang suka menyebarluaskan berita-berita bohong (hoax) atau informasi yang menyesatkan dan belum tentu kebenarannya, siap-siap mendapat sanksi hukuman yang berat. Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Iwan Imam Susilo menegaskan, pihaknya sudah membentuk satu tim gabungan dalam rangka mengungkap pihak-pihak yang berusaha menyebarkan informasi atau berita hoax. Sebagaimana ketentuan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pasal 28 menyebutkan, barang siapa yang melakukan hal tersebut dapat diancam hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. “Kalau kemarin-kemarin kita masih melakukan pembinaan, sekarang kita tidak main-main dan kita akan lakukan tindakan tegas terhadap orang-orang yang tidak bertanggung jawab semacam ini,” tegasnya saat diwawancarai usai silaturrahmi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pontianak dengan Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKUB) Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya di Markas Kodim 1207/BS, Selasa (17/1/2017).
Lebih lanjut, dikatakan Iwan, tim ini terbentuk gabungan dari Reskrim Polresta Pontianak, Intel dan Kominfo, dalam rangka mengungkap pihak-pihak yang berusaha menyebarkan berita-berita maupun informasi hoax, yang sifatnya mengadu domba, berita bohong dan menyesatkan serta memprovokasi. Tindakan tegas tidak hanya dikenakan kepada orang yang membuat berita bohong atau hoax dan sejenisnya, tetapi juga terhadap mereka yang turut menyebarluaskannya. “Kita harus lebih dewasa dan lebih bijak dalam menghadapi hal tersebut. Jangan kita menjadi bagian dari provokator atau provokasi yang sebenarnya itu akan menjadi persoalan baru yang berkembang di masyarakat,” sebutnya.
Ia meminta masyarakat tidak mudah menyebarluaskan berita-berita yang belum tentu kebenarannya tanpa membaca dulu dengan teliti. Sebab, bukan tidak mungkin isinya bisa memprovokasi pihak lain atau membuat situasi kegaduhan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lapangan. “Tolong betul-betul masyarakat bijak dalam menyikapi hal-hal semacam ini,” imbau Iwan. (jim)

Berita LainnyaKlik DIsini copy.png