Mahasiswa Polnep Belajar Kehumasan dan Protokoler di Pemkot Pontianak

????????????????????????????????????
image_pdfimage_print

Wali Kota Sampaikan Materi |

Sebanyak 50 mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) berkunjung ke Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Mahasiswa Polnep Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurusan Administrasi Bisnis ini diterima langsung Wali Kota Pontianak, Sutarmidji di ruang rapat Kantor Wali Kota, Selasa (17/1/2017). Ulkadrie, Staf Pengajar yang mendampingi rombongan mahasiswa tersebut mengatakan, kunjungan pihaknya ke Pemkot Pontianak bertujuan untuk menimba ilmu terutama terkait kehumasan dan protokoler. “Kami ada mata kuliah kehumasan dan protokoler, tujuan kami ke sini untuk melakukan studi komparasi, di mana sebelumnya mahasiswa telah diberi bekal materi kehumasan dan protokoler di bangku perkuliahan. Sebab antara teori dengan praktek di lapangan terkadang tidak sama,” jelasnya.
Dengan menggali informasi khususnya bidang tugas kehumasan dan protokoler di Pemkot Pontianak, lanjutnya, pihaknya ingin mengetahui lebih banyak lagi bagaimana antara materi yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktek di lapangan, terutama di Humas dan Protokoler Pemkot Pontianak. “Program studi lapangan ini sangat membantu mahasiswa, apalagi mahasiswa kami ini setiap semester melaksanakan praktek lapangan, bagaimana mempraktekan setelah satu semester materi yang diperoleh dari tenaga pengajar,” kata Ulkadrie.
Diakuinya, tempat ia mengajar berbasis pendidikan vocational yang mengutamakan keterampilan. Para mahasiswa ini juga akan melakukan praktek lapangan di instansi pemerintahan. Praktek lapangan itu selain untuk meningkatkan keterampilan mereka, juga untuk membantu instansi dalam rangka rutinitas kantor sesuai dengan bidang tugasnya. “Karena di Polnep ada mata kuliah khusus yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Salah satunya mata kuliah kehumasan dan protokoler,” sebutnya.
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menyambut baik adanya studi lapangan yang dilakukan para mahasiswa Polnep Program Diploma IV ini. Dengan demikian, mereka bisa melihat langsung praktek kehumasan dan protokoler di lingkungan Pemkot Pontianak. “Aturan mereka harus pegang sebab di lingkungan Pemkot tidak terlalu saklek dengan aturan keprotokolan,” sebutnya.
Menurutnya, peran humas sangat penting sebagai corong Pemkot Pontianak dalam membangun trust atau kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan. Sebagai humas, harus bisa memberikan informasi yang baik untuk hal-hal yang memang dibutuhkan masyarakat, baik yang sudah dikerjakan maupun yang akan dikerjakan Pemkot. “Membangun trust itu penting baik bagi organisasi pemerintah maupun bisnis, sehingga mereka kita berikan kesempatan kuliah di sini dan saya langsung memberikan materi,” kata Sutarmidji.
Ia menilai, sejauh ini peran humas di Pemkot Pontianak cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan terutama kerja sama dengan berbagai media. Apalagi, kata dia, capaian-capaian yang telah diraih Pemkot dalam tata kelola pemerintahan yang baik sudah seiring dengan program pemerintah pusat. Sebut saja, layanan publik terbaik dua tahun berturut-turut diraih Kota Pontianak, Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak dua tahun berturut-turut ditetapkan sebagai yang terbaik, inovasi terbaik juga diraih Pontianak, start up atau mulai merintis usaha yang murah dan cepat Pontianak yang terbaik, perizinan yang tidak terlalu banyak juga di Pontianak. “Bagaimana mempublish ini sehingga ini bisa digunakan sebagai pusat studi banding di seluruh Indonesia. Ini bagian dari promosi daerah dan itu bisa membuat kunjungan ke Kota Pontianak meningkat, tingkat hunian hotel-hotel meningkat, dan kuliner juga meningkat,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, para mahasiswa juga diajak langsung menuju ruang Pontianak Command Centre dan melihat Wali Kota Sutarmidji menegur pengendara kendaraan yang melanggar rambu-rambu lalu lintas melalui layar monitor CCTV. (jim)

Berita LainnyaKlik DIsini copy.png