Pejabat Jelang Masa Pensiun Tetap Harus Dikukuhkan

????????????????????????????????????
image_pdfimage_print

420 Pejabat Eselon IV Dilantik dan Dikukuhkan |

Setelah kemarin, Selasa (3/1/2017), pejabat eselon II dan III dilantik Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak ini kembali melantik sejumlah pejabat eselon IV di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Rabu (4/1/2017). Jumlah pejabat eselon IV yang dilantik keseluruhannya berjumlah 420 orang. Pelantikan digelar dua gelombang, gelombang pertama sebanyak 204 orang dilantik Wali Kota Sutarmidji, dan gelombang kedua berjumlah 216 orang dilantik Wakil Wali Kota, Edi Rusdi Kamtono pada hari yang sama.
Sutarmidji mengatakan, meskipun dari sejumlah pejabat yang dilantik, ada beberapa yang akan memasuki masa pensiun dalam dua hingga tiga bulan ke depan, namun menurutnya sesuai aturan harus tetap dikukuhkan sebab posisi yang bersangkutan masih pada jabatan tersebut. “Jadi kalau ada yang ngomel kenapa sudah lama bekerja tak dilantik-lantik, yang dua atau tiga bulan lagi mau pensiun masih dikukuhkan. Ini pengukuhan dan memang harus dikukuhkan,” ungkapnya.
Namun demikian, lanjutnya lagi, kalaupun harus mengisi atau menggeser, itu disebabkan kebutuhan akibat peleburan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta penambahan lingkup kerja. “Yang tidak diubah, tetap harus dikukuhkan,” tegas Sutarmidji.
Menurutnya, pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Pontianak sesuai dengan kompetensi aparatur. Hasil tes kompetensi itu sudah ada. Bahkan, ia siap membuka siapa saja yang ikut berkompetisi dalam tes kompetensi itu. Hal ini dilakukannya supaya tidak timbul kecurigaan adanya jual beli jabatan di masa kepemimpinannya. “Selama saya jadi Wali Kota, saya tidak pernah menerima uang atau imbalan dari saudara untuk menduduki jabatan apapun di jajaran Pemkot Pontianak. Kalau ada yang memberikan uang untuk mendapatkan jabatan itu, beritahu saya kepada siapa saudara berikan dan berapa nilainya,” tantangnya.
Sebagai pucuk pimpinan tertinggi di Pemkot Pontianak, Sutarmidji tak ingin menjual harga dirinya kepada jajaran yang dipimpinnya. Namun, ia tetap menuntut kinerja bawahannya sesuai aturan dan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang diemban masing-masing. “Saya tidak mau, sebagai kepala daerah tidak bisa berdiri tegak di hadapan orang yang saya pimpin,” tegas dia.
Wali Kota yang telah menjabat dua periode ini memastikan, siapapun yang bekerja dengan baik, akan mendapat kesempatan untuk menduduki suatu jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dirinya juga tengah melakukan kaderisasi sejumlah aparatur untuk ditempatkan pada jabatan yang lebih tinggi. Beberapa aparatur muda juga dipantau perjalanan karirnya untuk melihat potensi ditempatkan pada jabatan tertentu. “Saudara harus menjadi ASN yang profesional dengan kinerja yang baik dan pengabdian yang baik laksanakan amanah dengan baik,” ujarnya.
Saat ini, jelasnya, rasio penduduk dengan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pontianak hanya 0,87 persen. Jumlah itu lebih sedikit jika dibandingkan dengan rasio nasional yang mencapai 1,64 persen. Rasio 0,87 persen yang ada saat ini, merupakan bukti pernyataan Sutarmidji pada tiga tahun lalu, di mana ia pernah menyatakan bahwa dirinya mampu bekerja memimpin Kota Pontianak dengan kekuatan aparatur 0,87 persen rasionya dengan jumlah penduduk. “Saya pernah katakan tiga atau empat tahun lalu, kalau Kota Pontianak bisa memberikan pelayanan yang maksimal dengan rasio pegawai hanya 0,87 persen. Dan ini terbukti, bahkan kita dinobatkan sebagai kota dengan standar pelayanan publik terbaik seluruh Indonesia oleh Ombudsman RI,” timpalnya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Pontianak, Khairil Anwar menambahkan, ada sejumlah OPD yang ditiadakan dan dilebur dengan OPD lainnya. Akibat adanya perubahan struktur OPD baru itu, jumlah jabatan eselon II yang sebelumnya berjumlah 30, sekarang hanya 28 jabatan eselon II. “Diantaranya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, yakni pariwisata dilebur dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga, sedangkan kebudayaan masuk ke dalam Dinas Pendidikan. Satu dinas baru yakni Dinas Komunikasi dan Informatika,” terangnya.
Dijelaskan Khairil, jumlah ASN Pemkot Pontianak saat ini berjumlah 5.759 orang dengan rasio 0,87 persen. Dengan rasio yang terbilang sedikit ini, pihaknya lebih memperketat kompetensi setiap aparatur di jajaran Pemkot Pontianak. (jim)

Berita LainnyaKlik DIsini copy.png