Midji Salut Warga Tak Rusak Tanaman Saat Malam Tahun Baru

????????????????????????????????????
image_pdfimage_print

Wali Kota Apresiasi Perayaan Malam Tahun Baru Lancar |

Perayaan malam tahun baru 2017 di Kota Pontianak berjalan lancar, aman dan tertib. Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak jajaran Polda Kalbar, Polresta Pontianak dan TNI yang telah memberikan rasa aman bagi masyarakat Pontianak dalam menikmati malam pergantian tahun. Dirinya juga mengapresiasi sikap tertib masyarakat Pontianak meskipun perayaan di depan Taman Alun Kapuas dipadati penonton yang menyaksikan panggung hiburan rakyat. “Dan yang lebih membanggakan lagi, di Taman Digulis sekalipun Bundaran Untan dijejali oleh masyarakat, saya awalnya kuatir tanaman-tanaman yang ada di sekitarnya akan rusak karena terinjak. Ternyata warga Pontianak itu hebat, tidak ada tanaman yang rusak,” ujarnya saat ditemui di kediaman dinasnya, Senin (2/1/2017).
Diakuinya, pada keesokan harinya, Minggu (1/1), dirinya sempat mengecek di Taman Digulis. Hasilnya, bunga-bunga di taman itu tetap mekar seperti tidak pernah ada kerumunan masyarakat di sana. Demikian pula sampah-sampah, tidak terlihat ada sampah berserakan di taman. Hal ini, kata Midji, menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan taman sudah tinggi dan kesadaran menjaga ketertibang juga sudah sangat baik. “Inilah menunjukkan satu kota dengan karakter masyarakatnya seperti ini, sebagai salah satu bukti kehidupan di Kota Pontianak sudah sangat baik, masyarakatnya disiplin,” ucapnya bangga.
Ia meminta kepada masyarakat supaya taman-taman yang telah dibangun dengan biaya yang tidak sedikit ini dijaga dan dinikmati dengan baik. Bagi masyarakat yang ingin menanam pohon di Taman Digulis, dirinya mempersilakan. Bahkan, kalau ada warga yang ingin melepas binatang-binatang di Taman Digulis akan lebih baik lagi. “Lepas saja di situ, asal jangan ular yang dilepas di situ. Misalnya, ada kera atau monyet, lepas saja disitu atau mungkin ada yang mau melepas burung, lepas saja di taman itu,” tutur Midji.
Keberadaan taman bermain anak hanya diperkenankan bagi anak-anak. Sementara para orang tua atau orang dewas yang mendampingi anak-anaknya tidak diizinkan masuk ke area tersebut. Hal ini supaya taman bermain anak tetap terjaga dan tidak cepat rusak. “Kemarin saya lihat orang tuanya pun ikut main di situ. Mestinya orang tua hanya melihat anaknya diluar area bermain anak,” kesalnya.
Penyediaan fasilitas rumah baca di taman-taman saat ini tengah dalam tahap pengerjaan. Ada empat taman yang disediakan rumah baca atau perpustakaan mini, yakni Taman Akcaya, depan Fakultas Teknik Untan, Taman Digulis dan Taman Alun Kapuas. Sutarmidji mengatakan, begitu selesai semua perpustakaan tersebut, pihaknya akan segera meresmikannya supaya masyarakat bisa menikmatinya. Pihaknya juga akan memperbaiki lapangan tenis yang ada di Taman Digulis. “Taman bunga, area jogging track jembatan itu dijaga dengan baik sehingga masyarakat bisa lebih banyak menikmati,” pesannya.
Untuk penataan Taman Digulis sementara dianggapnya selesai. Tahap selanjutnya adalah penataan taman di depan Fakultas Tekni Untan. Orang nomor satu di Kota Pontianak ini menyampaikan terima kasih kepada Rektor Untan yang telah memberikan kesempatan kepada Pemerintah Kota Pontianak dengan meminjamkan lahannya untuk ditata sebagai Ruang Terbuka Hijau. “Sehingga kita tidak mengeluarkan anggaran untuk membeli lahan yang dimanfaatkan sebagai taman atau ruang terbuka hijau,” tukas Midji.
Ke depan, lanjutnya, penataan ini akan difokuskan ke Pontianak Utara dan pinggiran sungai di Pontianak Timur. Hal ini bertujuan supaya masyarakat yang ingin menikmati pinggiran sungai tidak perlu jauh-jauh. “Mudah-mudahan ini bisa segera terwujud. Taman di Tugu Khatulistiwa juga sudah bisa dinikmati masyarakat di Pontianak Utara,” sebutnya.
Wali kota yang telah menjabat dua periode ini meminta, dinas terkait untuk memperhatikan kapal-kapal wisata yang membawa orang menyusuri sungai supaya dilengkapi dengan alat keselamatan seperti pelampung dan lain sebagainya. Dirinya juga meminta kepada pihak perbankan untuk memberi bantuan pelampung keselamatan melalui program CSR-nya. “Pihak Syahbandar juga semestinya memperhatikan kelayakan kapal itu. Kemudian diperiksa kapalnya, mesinnya, jika memenuhi syarat, baru dikeluarkan izinnya. Harus tegas kalau tidak bisa membahayakan bagi penumpangnya,” pungkasnya. (jim)

Berita LainnyaKlik DIsini copy.png