Pemkot Akan Bangun Tempat Sampah Kering dan Basah

recycle
image_pdfimage_print

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengklaim, persoalan sampah di Kota Pontianak sedikit demi sedikit sudah teratasi. Untuk memaksimalkannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana akan membuat tempat pemisahan sampah kering dan basah di wilayah Purnama. “Kota Pontianak sekarang jauh lebih bersih. Agum Gumelar ketika berkunjung ke Pontianak pernah memuji bahwa Pontianak bersih. Itu terbukti dengan tanaman tertata rapi di pinggir Jalan Ahmad Yani yang dilihatnya. Saya tidak perlu penghargaan Adipura, karena saya bekerja bukan untuk penghargaan,” ucapnya ketika bincang-bincang mendengarkan suara pemuda Kota Pontianak di Taman Digulis Untan, Minggu (7/2).
Ia berharap, bila memungkinkan, menteri datang dan melihat Kota Pontianak. Dari sudut kebersihan, Pontianak tidak kalah dengan kota lain yang mendapat penghargaan. Karena tujuan dirinya benar-benar melakukan perbaikan untuk Kota Pontianak agar ke depan lebih baik. “Di Purnama ujung nanti juga dibuat tempat sampah terpisah kering dan basah,’ ungkapnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan pada pemuda Pontianak soal indikator Kota Layak Anak (KLA). Penilaian KLA tentu ada variabelnya, seingat dia ada 30 sampai 40 variabel terutama tentang hak-hak anak yang mesti diberikan, terutama soal hak-hak dasarnya. Jika ada tindak pidana kekerasan sampai pelecehan seksual terhadap anak, itu adalah kasus dan tidak ada dalam variabel itu.
KLA Pontianak telah meraih empat kali. Pertama dua kali tingkat pratama dan dua kali tingkat madya. Kemudian juga memiliki Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT), selebihnya sudah memberi pendidikan dasar bagi anak di sekolah negeri yang digratiskan dan di swasta diberi bea siswa.”Saya rasa variabel itu sudah dipenuhi,” ungkapnya.
Mengenai stigma Kampung Beting di mana sebagian masyarakat masih menilai sebagai zona merah, ia justru berpendapat lain. Stigma itu sebenarnya sudah tidak layak disematkan di Beting, karena jika melihat tingkat kepedulian masyarakat setempat dalam hal kebersamaan begitu tinggi di wilayah itu. Selain itu, sisi pendidikan juga tidak kalah penting. “Saya rasa pendidikan dan kepedulian di Beting tidak masalah. Untuk pendidikan di situ juga terdapat SMPN 4,” terangnya.
Soal perizinan tambah Midji Pontianak juga tidak kalah dengan kota besar di Indonesia. Negara Singapura saja menempatkan Pontianak sebagai ranking teratas dalam pelayanan perizinan. Itu bukti bahwa Pontianak sudah semakin baik. (*)

Berita LainnyaKlik DIsini copy.png